CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 31 Desember 2011

ke-YAKIN-an

keyakinan....
kesungguhan yang memungkinkan kenyataan (zzz... =.=, ngawur abis)...

yah pokoknya itulah :P

waktu itu hujan malem2, pngn banget makan sekuteng (ajibbb dah dingin2), dengan keyakinan gak lama terdengar samar, teng teng teng, dan kemudian semakin kencang, sekuteng.....
alhamdulillah yaaa...

pngn bgt beli laptop, trz bnyk iming2, mau yang mana, warna apa, apa dan apa?
but, gak mauuu ikannnn, beri aku pancing. dengan keyakinan yg kuat, jgn lupa berdo'a, dan mohon keistiqamahan, alhamdulillah bs beli laptop sendiri. yeeeeiiiiy :)

intinya sobat, yuuuk kita belajar bareng2 untuk yakin, minta kail jangan ikan, atau minta serokan (apaan tuuuh), yaitulah kali2 dapet ikan lbh bnyk. yang penting barakah :)

ayo sm2 kita yakin dan berjuang, salam sukses :)

Jumat, 30 Desember 2011

Reflection w/ lyrics


like this!!!

Aladdin - A Whole New World Sing-along Lyrics on-screen

make a wish ... ^^,

OST Lorong Waktu 5 - Bismillah (Anes Bali).mp4

OST Lorong Waktu 4 - Bening (Anes Bali).mp4

OST LORONG WAKTU 2

OST Lorong Waktu 1 - Maka Jadilah (Anes Bali).mp4

ketika mereka memanggilmu, kakak :')

"teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja, indahnya saat itu buatku melambung, disisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu, kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu. kau ingin ku menjadi, yang terbaik bagimu, patuhi perintahmu, jauhkan godaan, yang mungkinku lakukan, dalam waktuku beranjak dewasa, jangan sampai membuatku terbelenggu, jatuh, dan terinjak."

syair yang cantik dengan makna yang luar biasa dalam. hmmm... teringat akan cerita masa kecil dahulu. ketika bersama menimba ilmu di surau, dengan senda gurau, terpukau akan kilau mahabbahNya, beliau mengajarkan banyak kisah yang luar biasa indah untuk mengajak anak-anak untuk lebih mencintai rabbNya.

seorang kakak yang penuh cinta kasih kepada adik-adiknya, senyum dan sapa yang penuh kasih sayang, dengan kesabaran yang luar biasa beliau mendedikasikan keilmuannya untuk menciptakan suatu yang bermanfaat untuk sekelilingnya dalam usia muda.

"assalamu'alaykum... apa kabar semua adik-adik malam ini? sebelum dimulai pengajian kita hari ini, kk ingin mengumumkan adanya acara perlombaan untuk memperingati salah satu hari besar ummat islam, siapa yang mau ikut?", saat itu semua tertuntuk, entah malu atau penuh rasa-rasa lainnya, entahlah. saat itu suasana begitu sunyi, hanya kawanan katak dan jangkrik yang riuh bernyanyi.

"ayo, kok gak ada yang jawab? kk pilih ya, kamu yaa Nita, kk yakin kamu bisa". hmmm... nampak wajah panik saat itu, "apa saya bisa?", tapi entah kenapa terdapat keyakinan untuk dapat melewatinya, mempersembahkan yang terbaik untuk semua, "okey, kamu ikut dua lomba ya dik, hafalan do'a putri, dan lomba puisi". "tapi aku gak bisa ka, aku kan masih kecil". (kalo diinget-inget sekarang, zzzzz....)
"kk yakin kamu bisa, allah sayang nita, nita percaya kan? ayo tunjukan, pasti bisa." "iya ka, insya allah". dalam waktu seminggu latihan pun dilakukan, waktu itu memang masih cukup kecil, sedangkan tandingannya usianya jauh lebih besar.

hari yang dinantikan pun tiba, deg-degan. itu udah pasti, apalagi ketika nama dipanggil untuk berapresiasi, masya allah. "ayo nita semangat, jangan lupa baca bismillah yaa.", ketika itu tujuanku hanya ingin belajar belajar dan belajar, biar hasilnya nanti allah yang memberikan yang terbaik. alhamdulillah hari tersebut telah terlewati dengan dua perlombaan, hasilnya diumumkan seminggu kemudian saat acara inti.

bagi anak kecil mungkin menang atau kalah tak peduli, yang penting waktunya dimanfaatkan untuk bermain sesuai usianya. pemenang demi pemenang diumumkan, dan dijeda dengan penampilan lagu nasyid, ketika itu sedang tenar lagu haddad alwi dan sulis, dan kebetulan pengajianku diberikan kepercayaan untuk mengisi apresiasi seni, dengan lagu lil abi wal ummi, entah kenapa ketika itu saya merasakan perasaan haru, entah kenapa. (lebaaaayyy..., hahahha), setelah itu dipersilahkan duduk kembali, dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba selanjutnya. kategori hafalan do'a putri, "nita ayo siap-siap maju." entah karena terlalu tegang suara itu terdengar samar, hahaha...
subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, puji  syukur kehadirat allah yang maha pengasih lagi maha penyayang., yang telah mempercayakan piala dan hadiah terindah dalam dua kategori yang diikuti, dengan bulir air mata ketika membaca "juara 1", allahu akbar!

beliau mengajarkan saya untuk percaya, bahwa akan selalu ada yang bisa kita persembahkan kepada yang lain jika kita yakin dan tulus menjalaninya. seorang kakak yang luar biasa baiknya, mencintai rabbNya, dan menyayangi keluarganya. saya ingin mengucapkan terima kasih dimana pun kk sekarang berada, semoga allah senantiasa menjaga dan memberikan keberkahan kepada kk dan keluarga. aamiin.

nb : tak lama setelah perlombaan itu, kk baik sekaligus seorang ustadz itu menemukan bidadari syurganya, dan kemudian menikah dan hijrah ke luar kota. tapi luar biasa pelajaran yang diajarkannya tetap melekat pada anak-anak yang dibimbingnya. itulah kekuatan sebuah dakwah, sebuah ketulusan dengan bahasa yang universal yang dapat menangkap lebih dari umpan yang diberikan, terlebih ketika diri kita sendiri yang terjun ke dalam lingkup dakwah, ada sebuah rasa yang tak dapat diceritakan, ketika tiba di tengah adik-adik, dengan senyum, ujar manja mereka, tanya-tanya kritis, dan banyak hal, salah satunya ketika mereka memanggil kita kakak, dan saling mendo'akan dan menyemangati.

dedikasi untuk para pejuang dakwah, kk2 muda yang harus pintar membagi waktu antara kuliah, aktivitas, dan dakwah, untuk tetap semangat dan tersenyum menciptakan sejarah!!!

Selasa, 06 Desember 2011

untukmu sahabatku

kilauan nyata menyapa hari-hari kita, masa yang terlewati menjadi saksi kebersamaan ini...
sahabatku, ketika gulita menghinggapi hati kita, langkah lemah, asapun seakan pasrah untuk menciptakan sejarah yang indah...
usah kau termangu sahabat, IA menatapmu dengan kecintaanNya. Merengkuhmu dengan kasih sayangnya...
sahabat, palingkanlah resah yang terjaga, ayunkanlah langkah, ukirlah senyum dalam harimu, dan kamu bisa dengan idzinNya...
sahabatku, tersenyumlah diantara nyata. basuh harimu dengan bahagia, jangan pernah kau merasa sendiri, engkau berhak mendapatkan ceria dalam hari...
mendung yang menyapa adalah perjalanan, pelengkap sejarah kehidupanmu, yang kelak akan kau rindukan...
sahabatku, melangkahlah. ikrarkan asa, dan kau berhak akan bahagia dan memberikan kebahagiaan kepada semua yang berharga...
kita bisa!!!^^

Kamis, 01 Desember 2011

akhwat oh akhwat

wahai akhwat, tatkala dirimu merasa bahagia, pada kidung cinta yang menyapa bagai mekarnya bunga, ingatlah amanah yang kau punya...
wahai akhwat, sekalipun hati merasa dekat, selama diantara kalian belumlah terikat, tetap utamakan yang syariat...
wahai akhwat, terkadang hati terlalu lemah, dengan cinta yang membuat gundah, astagfirulllah, bermunajahlah, mohon ampun kepada illah...
wahai akhwat, ingatlah perkara jodoh, semua sudah tertulis dalam lauh mahfudzNya, berserah dirilah memohon dengan khusyu, janagn sampai air matamu jatuh tersia, bisa saja menjadi rasa yang tertunda, bukan jodohnya...
wahai akhwat sebelum terlambat, marilah bersama mengingat akan cinta sejatinya, Allah Rabb sang pencinta...



Rabu, 16 November 2011

kisah sang peri

tersebutlah disuatu zaman dimana terdapant peri yang hidup dalam kesunyian, ketika sayapnya lelah untuk mengitari nyata, duduk bersimpuh dalam sunyi yang mencekap, bersenda bersama malam yang menghibur dalam kebisuan. tetes air matanya bak rinai hujan yang menetes dalam tiap rintiknya, melewati jelaga waktu, menyandarkan sayap lelahnya, sejenak, sebelum kembali terbang mengitari nyata dan berimaji.

ketika sayapnya terluka, sang peri nampak lemah, matanya sayu, tubuhnya letih, bahkan semangatnya pun seakan tak mampu menjadi energinya, seperti biasa, nampak ceria dan menghibur sekelilingnya. ketika pupus menyanderanya, sang peri bagaikan hidup dalam jeruji yang tak nampak, namun membuatnya sulit bergerak, lemah dan melemah.

terdampar semakin parah dalam bukit tak bernama, sorotan mata nanar seakan makin membunuhnya, mematikan sudut demi sudut asanya, gulita bak petir yang menyambar, bahkan hingga tak sanggup terbangkan sayapnya, sayap kecil sang peri yang penuh semangat, memudar tak bersisa.

hingga suatu hari, ketika asa kian melemah, sayapnya kian ringkih, datanglah suatu yang merubah perlahan demi perlahan, ia adalah HARAPAN, harapan yang membuat energi untuk terus bertahan, menjadi penyeka kala lelahnya kembali hadir, harapan yang indah, indah dalam pengertian indah dalam hakikat sang peri.

harapan yang membuatnya tetap tersenyum, bertahan, dan mengubah segalanya menjadi indah, harapan yang berasal dari pikiran, atas segala rasa yang hadir, dimana rasa itu sebagai tamu, dan paradigma sebagai pilihan, tapi berusahalah untuk memberi yang terbaik, meski terkadang berbagai rasa itu hadir, tapi yakinlah itu yang terbaik, belajarlah dari alkisah sang peri, dalam hidup tak ahyal diliputi berbagai rasa, salah satunya kecewa, namun tetaplah mencoba untuk memberikan yang terbaik, berfikirlah ketika kita dikecewakan, mungkin saja sakit yang kita rasa, tapi berusahalah mengubah paradigma, untuk tidak mentransfer kecewa itu kembali kepada sekeliling kita, namun berusahalah memberikan hal positif, dengan ikhlas, bahasa universal itu akan menyampaikan, apa, knp, siapa, dan untuk apa kita ada, bersyukur atas waktu yang masih dipercayakan, dan berusahalah ujntuk tetap mengusahakan yang terbaik dan terindah.

mengubah sunyi menjadi ceria, merubah sakit menjadi sehat, merubah lelah menjadi semangat, merubah menjadi sesuatu yang berarti, hari ini, esok, sampai nanti, batas waktu kita untuk beristirahat dari kelelahan :)

Jumat, 28 Oktober 2011

Washaya al-aba' lil abna

Wahai Anakku Bertakwalah Kepada Allah


(Diambil dari Washaya al-Aba' Lil Abna, penulis: Syaikh Ahmad Syakir, edisi bahasa Indonesia:Duhai anakku.. Dengarlah nasehatku! Penerbit: Al-Haura)


Anak merupakan amanah yang dititipkan kepada orang tua, mendidik anak dengan kebaikan juga merupakan investasi akhirat bagi orang tuanya. Artikel ini merupakan nasehat yang diambil dari kumpulan nasehat-nasehat dari Syaikh Ahmad Syakir dalam Washaya al-Aba' Lil Abna.
Wahai anakku...
Sesungguhnya Rabmu mengetahui apa yang kamu betikkan dalam hatimu, dan Dia mengetahui apa yang engkau ucapkan dengan lisanmu, dan Dia melihat terhadap segala amalanmu, maka bertakwalah kamu kepada Allah wahai anakku, dan berhati-hatilah kamu terhadap pengawasan-Nya pada saat kamu dalam keadaan yang tidak diridhai oleh-Nya.

Hati-hatilah kamu dari kemurkaan Rabbmu, yang mana Dialah yang telah menciptakanmu dan memberikan rizki kepadamu serta yang telah mengaruniai kamu akal yang dapat kamu gunakan di dalam kehidupanmu. Bagaimana perasaanmu ketika bapakmu melihat dirimu dalam keadaan melanggar perintahnya? Apakah kamu tidak khawatir nantinya bapakmu akan menghukummu? Maka jadikanlah perasaanmu sama seperti itu [bahkan lebih] kepada Allah, karena Dia dapat melihat dirimu disetiap kesempatan yang kamu tidak dapat melihat Dia! Maka janganlah kamu anggap enteng pada perkara apapun juga yang kamu telah dilarang darinya!

Wahai anakku..
Sesungguhnya Rabmu sangat dahsyat murka-Nya, siksa-Nya teramat pedih, maka hati-hatilah kamu wahai anakku, dan takutlah kamu terhadap kemurkaan-Nya, dan janganlah kamu terlena oleh kasih sayang Rabbmu dan sesungguhnya Allah menangguhkan (siksa-Nya) bagi orang yang berbuat dzalim, sampai-sampai jika Dia menyiksa orang tersebut, niscaya Dia tidak akan melepaskannya.

Wahai anakku...
Sesunguhnya di dalam ketaatan kepada Allah ada kelezatan dan kebahagiaan yang tidak akan dapat dirasakan kecuali dengan mencobanya.

Maka, wahai anakku...
Pergunakanlah ketaatan kepada Allah sebagai bahan ujian pada setiap harinya supaya engkau dapat merasakan kelezatan, dan supaya engkau dapat merasakan kebahagiaan ini, niscaya kamu dapat mengetahui keikhlasan dirku di dalam menasehatimu.

Wahai anakku..
Sesungguhnya engkau akan mendapati rasa berat hati di dalam ketaatan kepada Allah pada pertama kalinya, maka pikullah beban berat ini, dan bersabarlah padanya, sampai ketaatan tersebut engkau rasakan menjadi rutinitas yang dapat dijinakkan.

Wahai anakku...
Lihatlah kepada dirimu ketika dulu kamu berada di bangku (sekolah); kamu belajar membaca dan menulis, dan kamu diperintahkan supaya menghafal Al-Qur'anul Karim dengan mendiktekannya, bukankah kamu dulu di sana benci terhadap bangku (sekolah) serta gurunya, dan kamu berangan-angan supaya cepat berakhir? Nah, pada hari ini kamu telah mencapai kedudukan yang mana kamu dapat mengetahui faedah kesabaran dalam belajar di bangku (sekolah), dan engkau telah tahu bahwa pengajarmu dulu berusaha untuk kebaikan dirimu..

Maka, wahai anakku...
Dengarkanlah nasehatku, dan bersabarlah di atas ketaatan kepada Allah sebagaimana engkau sabar dalam belajar di bangku (sekolah), niscaya nanti engkau akan mengetahui faedah dari nasehat ini, serta akan tampak jelas bagimu apabila hidayah telah membantu untuk beramal dengan nasehat ustadzmu.

Wahai anakku...
Janganlah kamu sekali-kali beranggapan bahwa bertakwa kepada Allah adalah shalat, puasa, dan semisalnya dari berbagai ibadah (yang dhahir) saja. Bahwa sesungguhnya bertakwa kepada Allah mencakup segala sesuatu, maka bertakwalah kamu kepada Allah pada (hak-hak) saudara-saudaramu, janganlah kamu sakiti salah seorang dari mereka, dan bertakwalah kamu kepada Allah pada (hak-hak) negerimu: Janganlah kamu khianati dia dan jangan kamu biarkan musuh menguasainya, serta bertakwalah kamu pada (hak-hak) dirimu, janganlah kamu sia-siakan waktu sehatmu dan janganlah kamu berperilaku kecuali perilaku yang mulia.

Wahai anakku..
Rasulullah saw telah bersabda: Bertakwalah kamu dimanapun kamu berada, dan iringilah kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya (kebaikan tersebut) akan menghapusnya, dan pergaulilah orang-orang dengan akhlak yang baik.

Senin, 24 Oktober 2011

wanita pertama yang masuk syurga :')

Wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.

“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.
Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”
Subhanallah.

TAULADAN FATHIMAH AZ ZAHRA

Hampir tidak mungkin kita bisa menggambarkan kebesaran dan kemuliaan Fathimah as. putri kesayangan Rasulullah Saw ini. Setiap kita membayangkan suatu kemuliaan yang mungkin bisa kita ungkapkan untuk menggambarkan kemuliaan atau kebesarannya maka terbersit dalam hati kita keraguan bahwa apa yang kita bayangkan itu masih terlalu kecil untuk seorang Fathimah.
Cara yang paling mungkin untuk menggambarkan kebesaran dan kemuliaan Sayyidah Fathimah al-Zahra adalah sebagaimana cara yang juga dilakukan oleh Rasulullah Saw, ayahanda beliau sendiri, yaitu membandingkan Fathimah dengan Maryam bunda Nabi suci Isa as. Banyak kesamaan yang bisa kita lihat pada kedua pribadi besar ini. Sisi yang paling menonjol dari kedua tokoh yang sangat dicintai oleh banyak orang ini adalah ibadah yang kuat dan penderitaan yang dialami keduanya, Fathimah dan Maryam ‘alaihimassalam. (Semoga salam dan kesejahteraan senantiasa dilimpahkan atas mereka berdua). Bayangkanlah jika saat itu Anda adalah bunda Maryam yang sedang melihat penyiksaan secara langsung atas “putra kandung”-nya yang shalih dan taat, diseret, disayat-sayat dengan sadis, dipukuli, diludahi, ditendang, dicaci-maki.

Itulah yang juga terjadi pada Fathimah putri dan kecintaan Rasulullah Saw. Segera sepeninggal Rasulullah Saw, sang putri nan suci ini mengalami cobaan dan ujian yang datang secara beruntun tanpa henti. Segera tidak lama setelah tubuh suci Rasul yang mulia dikuburkan, Fathimah mengalami perlakuan- perlakuan yang sebelumnya tidak pernah ia alami. Perampasan tanah Fadak, penghapusan hak khumus, pendobrakan pintu rumahnya, dan usaha-usaha ingin membakar habis rumahnya terjadi semasa jasad ayahnya yang sekaligus Rasul Allah masih “hangat” berada di dalam kuburnya. Dan terlebih lagi, seperti Maryam as, dia mulai merasakan masa-masa yang dekat yang mana putra- putrinya akan mengalami penderitaan yang lebih dahsyat lagi terutama apa yang bakal dialami oleh Husain putra yang sangat ia istimewakan ketimbang anak-anaknya yang lain. Sepeninggal ayahnya, Sayyidah Fathimah hidup selama 75 hari, masa-masa yg dilaluinya dengan berbagai kesedihan dan derita. Selama 75 hari itu, Jibril datang mengunjunginya, menyampaikan belasungkawa dan mengabarkan apa yg bakal menimpa dirinya dan keturunannya. Dari Jibril as lah, Fathimah mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan Hasan Husein as, dan keturunannya yang lain.
Berikut ini adalah detik-detik terakhir kehidupan putri tercinta Nabi, Fathimah as di bawah ini: Tulang rusuk dan tangan Fathimah yang patah sangat membuat putri Nabi ini sangat menderita. Bahkan cedera yang sedemikian serius itu juga mengakibatkan bayi dalam kandungannya meninggal. *] Cedera fisik serta benturan mental yang dialaminya memperparah sakitnya. Sebaris bait dalam bentuk puisi yang dinyatakannya sebelum ia meninggal cukup memberikan gambaran betapa berat beban derita yang dirasakan putri kesayangan Nabi ini. Sekian banyak derita yang menimpaku pabila semua derita ini ditimpakan kepada siang, niscaya siang segera kan berubah menjadi malam Walau pun begitu, wanita mulia ini tetap mengatakan kepada seisi rumahnya bahwa ia merasa lebih baik, rasa sakit pada rusuk dan tangannya tidak lagi terlalu dirasakannya dan panas demamnya sudah mulai turun. Kemudian ia memandikan anak-anaknya, yang segera dibantu Ali dan Fizzah.
Ia memandikan anak-anaknya, mengganti pakaian mereka, kemudian mengantarkan mereka ke sepupunya. Lalu ia memanggil suami tercintanya, Ali ke sisinya seraya berkata dngan suara yang sangat lemah,”Ali, suamiku tercinta, engkau tahu mengapa kulakukan semua itu. Mohon engkau maafkan kesalahanku. Mereka, anak-anak kita, sudah demikian menderita bersamaku selama aku sakit, sehingga aku ingin hari ini mereka berbahagia di hari terakhir hidupku. “Wahai Ali, engkau pun tahu bahwa hari ini adalah hari terakhirku. Aku gembira tetapi sekaligus sedih. Aku gembira karena penderitaanku akan segera berakhir, dan aku akan segera bertemu dengan ayah tercinta, namun aku juga sedih, karena harus berpisah denganmu, dan anak-anakku. Kumohon Ali, catatlah apa yang akan kukatakan kepadamu dan lakukanlah apa yang kuingin engkau melakukannya. Sepeninggalku nanti, engkau boleh mengawini siapa saja yang engkau sukai, tetapi alangkah baiknya jika engkau mengawini sepupuku, Yamamah. Ia mencintai anak-anakku dan Husain sangat lengket dengannya. Biarlah Fizzah (pelayan Fathimah) tinggal bersama kalian, sekalipun ia sudah kawin, jika ia mau. Ia lebih dari sekedar pelayan bagiku. Aku mencintainya sebagai anak.
Wahai Ali, kuburkan jenazahku di malam hari dan jangan biarkan orang-orang yang telah berbuat sedemikian kejam kepadaku turut menyertai penguburan jenazahku. Dan jangan kematianku mengecilkan hatimu. Engkau mesti melayani Islam dan kebenaran untuk waktu yang lama. Janganlah penderitaanku membuat hidupmu kau rasakan pahit. Berjanjilah padaku, Ali…” “Ya..Fathimah, aku berjanji…” suara Ali bergetar “Wahai Ali…” Fathimah melanjutkan. “Aku tahu betapa engkau mencintai anak-anakku, tetapi khusus Husain, hati-hatilah kepadanya. Ia sangat mencintaiku dan ia akan sangat kehilanganku. Jadilah ibu baginya. Hingga menjelang sakitku ini ia biasa tidur lelap di atas dadaku. Sebentar lagi ia akan kehilangan itu.” Ali yang sedang mengelus-elus tangan Fathimah yang patah itu, tanpa disadarinya meneteskan air matanya dan jatuh di atas tangan Fathimah. Fathimah mengangkat wajahnya seraya berujar lembut, “ Jangan menangis, suamiku. Aku tahu…dengan wajah lahirmu yang kasar, namun betapa lembut hatimu sesungguhnya. Engkau sudah terlalu banyak menderita dan akan lebih banyak lagi derita yang akan kau alami. Selamat tinggal, tuanku, selamat tinggal kekasihku, selamat tinggal suamiku tercinta. Selamat tinggal Ali…Katakanlah selamat jalan untukku…”
Rasa sedih sudah sedemikian mencekik kerongkongannya, sehingga nyaris tidak lagi sanggup ia mengeluarkan sepatah kata pun. Ia mengatakan dengan ucapan yang telah bercampur air mata,”Selamat jalan Fathimah….” Fathimah melanjutkan, “Semoga Allah Yang Maha Pengasih menolongmu dalam menanggung penderitaan dan kesedihan ini dengan kesabaran. Sekarang biarkanlah aku sendiri dengan Tuhanku” Ketika Fathimah mengakhiri kata-katanya ini, ia langsung berpaling ke arah babut sajadah, lalu bersujud ke hadirat Allah.
Beberapa saat kemudian Sayyidina Ali memasuki ruangan. Ia mendapatkan Fathimah masih dalam keadaan bersujud tetapi jiwanya telah berangkat dijemput ayahnya menuju Rahmat Allah. Fathimah syahid dalam usia yang masih sangat muda, seperti yang dikatakan Sayyidina Ali : “Sekuntum bunga yang dipotong ketika sedang kuncup, dari Jannah kembali ke Jannah, dan telah meninggalkan semerbak wewangian ke dalam jiwaku!” Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun…. Tak ada dan takkan ada derita yang lebih hebat dari yang pernah dialami oleh mereka Ahlul Bait. Ketika mengingat Fathimah maka yang terbayang oleh kita hanya derita dan sengsara, seolah Fathimah adalah derita itu sendiri dan kesengsaraan adalah Ahlul Bait itu sendiri.
Salamun ‘alaiki ya Fathimah…salamun alaiki ya Fathimah! Salamun alaikum ya Ahli Baitirasuul…..Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad!!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun….

Sabtu, 15 Oktober 2011

I have a dream

hakikat sebuah impian itu bagai bensin dan kendaraannya, hehe... tanya mengapa? sebab impian merupakan tujuan, dan perjuangan, do'a dan handai taulannya menjadi dasar dari sebuah tujuan...

aku punya mimpi, aku punya keinginan, tapi bukan berarti hanya kata itu yang di ucapkan tanpa tindakan nyata terhadapnya loh kawan...

semua pencapaian butuh jalan, butuh proses, butuh waktu, terkadang di sana kita di uji... seberapa siapkah kita untuk start dan finish pada tujuan sebenarnya...

Perpajakan, ingat apa? jangan yang negatifnya aja yang di ingat, walau memang sih ada teori yang bilang "lebih mudah mengingan kesalahan", tapi tapi tapi coba diminimalisir. hehe...
gak semuanya buruk koq yang menyangkut bidang itu. hehe...
tapi kalo di suruh pilih dari segala iming-iming so sweetnya, pilihan pertama aku akan tetap menjatuhkan diri pada bidang pendidikan, hmmm "Dosen". Aamiin...

hobby terkadang dapat menjadi ladang usaha sampingan, berhubung hobby nulis, men design, dan keusilan tangan lainnya, hmm mencoba mengaplikasikannya dalam sebuah fashion, yang mudah2an banyak peminatnya, dan berharap tulisan2nya pun dapat menginspirasi dan bermanfaat. Aamiin...

pengen banget jadi motivator dan pengusaha yang terkenal karena prestasinya, dan kariernya pun terlihat karena usaha keras dan do'anya. Aamiin...

punya cita2, pengen punya rumah bernuansa alami, dengan mesjid atau mushalla mungil di halaman rumah yang juga bernuansa alam, dan di tempat ibadah itu selalu ramai di kunjungi untuk bermunajah dan segala aktivitas bermanfaat lainnya, hmm pengen juga bisa dipakai bukat i'tikaf dengan aman, nyaman, dan tentram dan bermanfaat untuk orang banyak. Dimana disitu juga anak2 kecil bisa belajar ilmu, dan mengamalkannya untuk kemanfaatan bersama. Aamiin...

pengen banget bisa ngewujudin cita2 untuk buat panti sosial dimana anak2 dan lansia mempunyai hak keamanan, kenyamanan, dan disana bisa menikmati hari2nya dengan segala aktivitas bermanfaat. untuk anak2 supaya bisa tetap dapat mengecap keilmuan, karena bahagia milik semua, tidak ada kasta, tahta, dan lainnya, semua berhak bahagia, jangan sampai kita terlelap dalam keadaan kenyang, nyaman, sedangkan tetangga kita dalam keadaan lapar dan ketakutan, na'udzubillah...

hmm... Alloh... semoga kelak aku bisa menyentu ka'bahMu bersama orang tua, keluarga, dan orang-orang yang aku sayangi, dan semoga kelak kami dapat menjadi haji yang mabrur. Aamiin...

Rabb, mudahkanlah langkahku, sungguh aku ingin melihat semua dapat tersenyum bahagia dalam hakikat ketulusan sebenarnya...

kuatkanlah aku kala langkahku goyah Alloh, ingatkan aku pada cita2 sebenarnya, cita2 seorang manusia untuk beribadah...

Rabb, sesungguhnya hanya kepadaMu hamba memohon, permudahlah langkah hamba untuk mewujudkan cita2 hamba dengan izinMu. Aamiin...

renungan sunyi

ketika jelaga sunyi menyapa diri dalam balutan sang fajar, decakkagum akan kuasaNya menyeru pada sekalian alam, puji syukur kehadiratMu ilahi, maha suci Engkau dari segala sekutu...
aku terhenyak dalam sunyu, berkaca pada imaji seorang makhluk, menatap cermin hidup yang nampak di hadapannya...
nyata, inilah nyata...
hidup seringkali mengajarkan kita banyak hal, tentang diri, tentang dia, tentang mereka...
dimana kita merupakan satu kesatuan yang utuh, sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab terhadap tindak lakunya...
namun terkadang kita terlena, lupa, akan kodrat kita mengapa kita tercipta?
astagfirullah, maafkanlah kami yaa rabb...
dalam sunyi dini hariMu, ijinkanlah kami bermunajah kepadaMu, tuk sejenak tanggalkan baju dunia...
merebahkan jiwa raga dalam sunyi, untuk sejenak mengingat diri dan introspeksi...
butiran lembut yang tercipta bersama embun pagi akn menjadi saksi, ikrar diri seorang hamba untuk belajar lebih baik lagi...
ingatkan kami yaa rabb saat kami lupa, tegur kami yaa rab kala kami alpa, maafkanlah kami yang seringkali terlena...
yaa alloh, ikrar kami kan menjadi motivasi, semoga fajar esok hari tatkala mentari terbangun, kami dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. aamiin...

Kamis, 26 Mei 2011

biarlah waktu berbicara^^

bagaikan pedang bermata dua, seperti bara api yang menyala, ataukah hujan yang rih mendendangkan semesta?
dalam hidup terdapat banyak makna dan kau harus mengkaji dengan kebijakan hati, palingkanlah ego dan amarah yang menghantui.

untai sajak yang mengalun indah hanyalah isyarat, jangan kau terpaku, apalagi bersembunyi di balik imajimu, sungguh bukan itu jati diri anda.

apabila kau teringat mentari yang melambangkan semangat, ataupun rembulan yang teduh namun penuh dengan prinsip dan ketegaran?
tuan, hiberbola nyata terkadang memang menyakitkan, tapi ketulusan mengalahkan semua itu, dalam menyikapi waktu...
tatkala terlihat determinan tak sebanding dengan nyata yang semula ada, itulah terkadang yang menimbulkan tetesan airmata...
bahagia adalah integrasi dari sebuah rasa sayang yang ada, untuk itu betapa bahagianya aku bila dapat melihat senyum di dalam hari - hari anda...
kodomain semestalah yang menguatkan rasa, dengan cinta kepada tuhan, dan berjuang mempersembahkan kasih sayang terbaik untuk makhluknya...

inilah hidup, kadang dua kutubnya bertolak menganalisa pemahaman dan mempelajari kesabaran...
bila kau telaah lebih jelas, kebersamaan kita lebih besar nilainya dari  bilangan avogadro yang melatari nyata...
terkadang jarak yang jauh bagai dua planet yang berskala luas saat amphelium memisahkan kebersamaan kita, namun yakinlah Alloh senantiasa menjagamu dengan cintaNya, lebih dari kasi sayangku, aku mensyukurinya...
kebersamaan yang kita rangkai di bawah semesta cintaNya, menjadikan kita sempurna dalam tidak sempurnanya seorang makhluk...
meski terkadang tak terlihat, tapi aku yakin semua nampak jelas dengan cintaNya, dan suratan yang disampaikan sang kala...
biarkanlah waktu yang menjawab semua, tersenyumlah, maka aku akan bahagia bersamamu dengan ridha rabbku...

janganlah engkau berputus asa dari rahmatnya^^

Sabtu, 21 Mei 2011

curhatan motivasi tetangge kite^^

itu dia, yaaaa itu diaaaa....
lalu yaaaa itulah diaaaaa.....

tau gak knapa sob, berdasarkan cerite2 nihhh ye. curhatan para tetangge2, sampe kake nene, same2 bilang kalo cinte itu bute....
halaaaaaaaaaah, preeeeeeeeeet!!! (yang bute orangnya kali, cinte emang gak punye mata. hahahaha!)
btw2, usut punya usut kalo nyang namanye cinte bisa buat orang ketawe gile, bergaye2, atau malah yaaaaa putus ase... (ya biarin lah, selama sendal ga putus masi bisa jalan kan sob?! hahha!)

hmmmm, emang sihhh pada dasarnya kalo cinta udah dateng yaaa semua terasa luas n berwarna. pilih apa (merah, biru, item, atau campur2?!) seribu yaaa?! hahahhahaha...

hmmmm, tersenyum manis, ampe gigi terus, dompet tiris, dan perasaan semakin kritis, hahahaha...
padahal belon tentu yang dipikirin liat, seenggaknya ngintip kek lewat sedotan :P
emang dasar anak muda, walau sakit, jatuh bangun, nyungsep2, guling2, tetep aje dikejar ampe kesasar...
ahahahaha!

ehmmm, berdasarkan cerita niiih yaaa...
awalnya mungkin susah, gile aja, kata anak gaol "gila lw, cinta mati gw ama dy!", ealah biuuuuuung...
tapi yakin deh sob, hidup cuma atu kali, kesempatan gak dateng dua kali, kalo dia jodoh, n tuhan izinin kita sama dia, insya alloh ada saatnya (walau awalnya emang berat), tapi yakin dehhh, wanita itu terlalu berharga, bukan enggak, mungkin beluuum, dan karena kaum perempuan sangat berharga, sooo yakin dehh ada saatnya dia akan datang dengan cara yang indah, terhormat, dan bertanggung jawab. dengan cara yang menyenangkan dua belah pihak, ortu, kel, dan dengan ridha alloh pastinya.....
 
gak zaman deh, nangis2 bombay tentang dia (kalo dia peduli, kalo gak?!)
wanita meman lebih banyak memerankan rasa daripada logika, walau sesakit apapun, sesebel apapun, tapi tetep usahakan yang terbaik friend, bahwa kita bisa, dan ada cara yang indah pada akhirnya. emang gak dipungkiri, awalnya berat, dan susah, tapi yakin deh kita bisa, semua orang pernah ngerasain cinta koq, itu fitrah. hehe

karena mungkin banyak yang berpusing2 tentang cinta, banyak cinta lain yang kau lupa, ato bahkan gak inget?
cinta tuhanmu, alloh swt, siapa dan apapun kamu, DIA mencintaimu, DIA-lah cinta sejati, kasih sayang ortu yang mungkin sempat terlupa karena terlalu memikirkan cinta-cinta lainnya. kasih sayang sahabat, dan orang2 yang mendukung dan mendo'akan kamu agar kamu bahagia...

sooo, come on sob!
telaah lagi, siapa dirimu, potensimu, orang2 tersayangmu, yang paling penting cinta tuhanmu. usahakan untuk gak terlarut dalam cinta yang membuatmu sakit, padahal belum tentu si dia menyadarinya, dan mengetahui perasaanmu.

cintailah CINTA rabb Mu sebelum kasih sayang yang lainnya, hapus air mata, dan tetap semangat melangkah, persembahkan senyum manis dan prestasimu untuk semua!^^

Kamis, 19 Mei 2011

menangkap bahagia sesungguhnya^^

desau kerinduan menyapaku, diantara ranting - ranting sunyi...
jelaga waktu menyudutkan langkah yang membisu dalam payung imajimu...
meronce tiap detik, hingga berujung waktu yang panjang untuk mengkodekan sandi bahasamu...
mungkin kebisuan yang terungkapkan hanyalah masalah waktu...

untai senyuman terlihat...
mencairkan kebekuan sesaat....
namun pijar lentera masih saja meredup...
pelitanya tak berpijar kemilau, mungkin ia pun galau...

langkah terus menopang asa, cita, dan cinta...
do'a pada sang maha cinta pun bagaikan pelita kala gulita menerpa...
bukan fatamorgana dalam keindahan sesaat namun lantas pergi sekelebat...

cita, hantarkanlah ia dahulu ke gerbang bahagia dalam do'a...
persembahkanlah untuk jiwa yang kau sayang, ayah dan bunda...
jangan terlupa tuk ucap syukur pada sang kuasa...
setidaknya itu nampak lebih bahagia pada akhirnya...
semoga^^

sederhana namun luas makna, CINTA^^

hellow, kayaknya ngebahas yang namanya CINTA gak ada abisnya ya. ckckckck...
CINTA, hmmm apa siiih artinya?

rasanya zaman sekarang begini, gak balita, sd, smp, sma, semuanya ngomongin itu. Dimana2, tenar banget yah tuh cinta. hahahaha!

tapi, ngeh gak siiih. kadang karena cinta orang juga nangis, histeris, segalanya deeeh. waduuuuuuwh, paraaaah!!!!!

nah, selidik punya selidik, cinta kadang bikin orang dikitik-kitik atau jungkir balik. (nahloooo!!!)
yaaahhh, itulah seninya. tetep inget yaaaa, cinta sejati cuma milik tuhan, alloh ta'ala. kalo bagi saya untuk sesama mungkin lebih kepada kasih sayang. kasih sayang pada sesama, naaahhh itu tuh yang harus dijaga, supaya negara kita juga bisa berdikari, bhineka tunggal ika, bersatu.


tuuuuh kan kebukti, cinta itu luas, walaupun digambarin dalam bahasa yang lugas. buktinya kita bahas cinta personal, tau2 udah sampe negara, bahkan cinta yang lainnya. hhhmmmm.... so cinta itu memang besar, dan manfaatnya juga besar, tapi dampaknya juga gak kalah besar. jadi pintar2lah merealisasikannya....

ingat, cinta sejati hanya millik allohu rabbi...
ya cinta, cinta, dan cintaaaaaaaa.......
hehehehe^^