CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 30 September 2013

Dari Impian Jadi Pimpinan



Teruntuk ananda tersayang, yang kini masih berada dalam alam impian dan rencana Tuhan

Ananda tersayang, dalam lembaran kertas ini bunda ingin menuliskan kisah yang kelak akan bunda sampaikan secara lisan pula jika dengan izinNya, ananda telah terlahir sebagai anugerah terindah dari sang pencipta, sejarah kehidupan yang berharga bagi ayah dan bunda nantinya.

Sayangku, bundamu ini jauh dari sempurna, mungkin masih perlu banyak belajar untuk sehebat ibu-ibu lainnya. Nak, bundamu pastilah memiliki banyak kekurangan sebagai seorang hamba, dan masih terus belajar akan kesabaran cinta seorang ibu yang layaknya samudera dalam pelayar hidup putra-putrinya.

Sayangku, mengikuti pertumbuhanmu hingga dewasa dan menemukan kehidupanmu adalah keistimewaan untuk ayah dan bunda. Maka kelak jika ibu-ibu lain mungkin mendidik dan mengajar putra-putrinya dengan kemanjaan, bunda berusaha tidak demikian.

Maaf nak, jika bunda tidak merealisasikan rasa sayang melalui mainan mahal, fasilitas mewah, kehidupan yang serba ada dan ananda dapat tinggal meminta, dan lain sebagainya.

Nak, maafkan ketidaksempurnaanku sebagai seorang ibu, namun itulah caraku menyayangimu. Bila kelak ayah dan bunda mendapatkan amanah Tuhan atas kemapanan hidup, bunda memilih untuk menginvestasikannya pada pendidikanmu, mengikuti pengajian agar ananda dapat lebih mengenal Tuhan, mengikuti les tambahan yang ananda minati misalnya, ananda boleh mengikuti les bahasa, musik, menggambar, atau apapun itu selama dalam kebaikan dan ananda dapat mempertanggungjawabkan prestasi disekolah, dan menyeimbangkan pendidikan formal dan informal yang kelak ananda pilih dan tentukan.

Nak, bukan tak menyayangimu karena bunda tak serta merta menuruti kemauanmu yang mungkin seperti teman-temanmu lainnya, dengan fasilitas hiburan dirumah yang serba wah, mainan yang mengikuti trend terkini dan selalu berubah, serta fashion dan gaya modernisasi yang serba bermerek untuk dikenakan.

Nak, percayalah semua bunda lakukan karena bunda menyayangimu, dan semua fasilitas yang ada memiliki standart usia penggunanya, karena bunda tak ingin ananda menjadi anak yang pasif dan lupa akan sekeliling karena terlalu asik bergadget ria, sementara disekelilingmu ada banyak jiwa yang dapat ananda ajak bersosial dalam nyata. Bila tidak membelikanmu mainan mewah bukan karena bunda tak cinta, tapi bunda ingin ananda menikmati proses tak serta merta menikmati hasil yang sudah ada, kita dapat membuat mainan bersama ayah memanfaatkan bahan dan alam yang ada, membuat mobil-mobilan dari sandal using misalnya, atau melukis pakaian dengan gambar kreasimu nan menawan, karena bunda berharap kelak seiring usiamu bertambah dewasa, ananda dapat menghargai sekeliling dan tidak menjadi tinggi hati dan merendahkan sesama. Pada fashion dan gaya modernisasi, kita boleh menghargainya nak, tapi tidak menjadikannya patokan nilai untuk dikenakan, sebab anakku kau akan tetap tampan dan cantik dengan menggunakan produk dalam negeri, buatan rakyat Indonesia, dan membantu mereka pula untuk mensejahterakan ekonomi dan social keluarganya, sebab produk negeri yang adapun tak kalah dengan asing, dengan kualitas yang juga baik, dan ananda pun nyaman mengenakannya. Nak, siapa lagi yang akan melestarikan produk dalam negeri, jika bukan penduduk negeri itu sendiri? Sementara dengan keinginan akan keternamaan sebuah produksi, dan kita menjadi tega produk dalam negeri menjadi mati suri, dan berakibat para produsen tak jarang yang gulung tikar, dan nasib kehidupan keluarga mereka terlunta tanpa pasti.

Nak, kita perlu memahami merdeka sebenarnya, dimana kita mampu berdiri sendiri dan tidak tergantung pada asing, dan mewariskan pada generasi selanjutnya kekayaan negeri, agar generasi selanjutnya tak hanya mengenal hanya dari nama dan gambar yang di tunjukan. Anakku sayang, percayalah nak apa yang ayah dan bunda usahakan bukanlah tanpa sebab akibat, semua karena kami menyayangimu, meski dengan cara yang berbeda, namun kelak seiring masa ananda akan memahami nilainya.

Anakku terkasih, kelak pada usia dewasa dan ananda ingin menentuka pendidikan tinggi, tidaklah ayah dan bunda memaksa ananda untuk memilih pendidikan yang sesuai keinginan kami, karena tugas kami hanya mengarahkan, dan mengusahakan yang terbaik untuk putra-putri tercinta, dan engkau perlu tahu nak, pilihlah semua dari hati, mohonlah petunjuk pada Tuhan, dan sertakan Tuhan pada setiap langkah dan perjalananmu, juga pada keputusan. Ananda, pada fase ini karena engkau sudah dewasa dan memiliki penilaian akan pilihan untuk memilih dan mempertanggungjawabkan, bukan kepada ayah bunda nak, namun kepada Tuhanmu, Negaramu, dan Rakyat yang menjadi penduduk negerimu, optimalkan kemampuanmu nak, dan berikanlah yang terbaik bagi agama, bangsa, dan negaramu. Percayalah nak, dengan kemanfaatan yang dapat kau beri, engkau akan merasakan hidupmu lebih berseni.

Anakku terkasih, ayah dan bunda memiliki pilihan yang mungkin tak akan sama dengan orang tua teman-temanmu nanti, mungkin jika kelak seperti saat ini bahwa banyak orang tua yang mengarahkan putra-putrinya untuk menjadi karyawan pada perusahaan ternama atau pegawai negeri sipil, kelak kami sebagai orang tua dengan proses pendidikan dan pengajaran yang kami terapkan sejak dirimu ada, ayah dan bunda lebih memilih untuk menanamkan dan menerapkan jiwa entrepreneurship pada dirimu, agar dirimu mampu bersimpati dan empati terhadap sekelilingmu, menangkap peluang yang ada dijamanmu kelak dalam hal positif, dan menerapkan keahlian dan pendidikanmu agar bermanfaat bagi orang lain, negerimu, dan penduduknya, dan agar dirimu juga dapat menerapkan yang terajarkan dalam agama, untuk berbagi ilmu sebagai ladang bekal kelak juga di akhiratmu. Nak, dengan itu kamu dapat berusaha membantu para pengangguran sebab dengan pilihan kariermu itu engkau dapat membuka lapangan pekerjaan tak sekedar bermanfaat bagi para karyawanmu, namun juga keluarga dan anak-anaknya, agar mereka dapat hidup layak dan sejahtera, dan anak-anaknya dapat menikmati bangku pendidikan yang menjadi hak setiap anak yang terlahir untuk belajar.

Nak, setiap kita terlahir dengan fitrah yang sama, yang membedakan hanyalah dimanfaatkan atau tidaknya peluang yang telah Tuhan berikan. Nak, selama engkau mampu jadilah pemimpin dari impian-impianmu, dan berusahalah untuk mewujudkannya, dengan do’a yang tiada terlupa kepada penciptamu, belajarlah dari orang-orang besar dan sukses akan kegigihan mereka mencapai apa yang mereka cita-citakan, dan bila kelak engkau telah berhasil janganlah sombong nak, pahami dan amalkanlah ilmu padi yang tetap merunduk, dan gunakanlah materi yang kelak kau dapatkan sesuai dengan kebutuhanmu, bukan mengikuti keinginanmu, bersyukurlah nak dengan segala yang dimiliki, sebab diluar sana masih banyak saudaramu yang harus menahan perihnya karena lapar, menahan dingin karena harus tinggal di jalan-jalan, dan banyak sekali nak yang bisa kau syukuri dalam proses hidupmu, tetaplah rendah hati, sebab tiada satupun yang kita miliki melainkan semua titipan Tuhanmu kepada diri.

Anakku sayang, selalu ada ujian dalam kehidupan yang kau jalani, tetaplah menggenggam semangat dalam pencapaian, namun juga tetaplah merendah sebab kita perlu waktu dimana dahi sejajar dengan tanah, dan dimana peran kita sebagai hamba untuk berkisah pada sang pencipta dalam memohon petunjuk serta ridhanya dalam kehidupan yang dijalani. Sebab tiada arti seorang hamba tanpa ridha Tuhan dan orang tuanya.

Anakku, saat kelak kau temui kerikil uji dan hampir membuatmu menyerah, ingatlah alasan mengapa kau memulai, percayalah pada Tuhanmu, dan teruslah melangkah, ayah dan bunda akan selalu disisimu, sebab kau adalah bagian dari hidup kami, dan amanah terindah kepada Rabb kami yang harus kami jaga dan berikan yang terbaik.

Nak, inilah aku bundamu dengan segala kekuranganku, namun semua itu ayah dan bunda berikan agar kita semua selalu belajar, dan kebersamaan kita tiada sekedar di fananya dunia, namun juga hingga akhirat sana, semoga Tuhan meridhai segala cita-cita dan usaha yang ada.

Nak, maafkan segala kesalahanku sebagai ibu, dan kami ayah bunda sebagai orang tuamu. Jadilah engkau pemimpin dari segala impianmu, dan bertanggungjawablah terhadap segala pilihanmu. Lalukan yang terbaik selalu selagi engkau mampu dengan izin Tuhanmu.

Salam sayang untukmu ananda,
Bunda…http://nutrisiuntukbangsa.org/dari-impian-jadi-pimpinan/

Minggu, 29 September 2013

Pembelajaran Al-Qur’an Sejak dalam Kandungan dengan rumus = R – U – M – U – S – A – B – C – D

Bismillahirrahmanirrahim. . .

“Apabila anak Adam meninggal dunia putuslah amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR. Muslim).

Setiap pasangan suami istri beriman pasti merindukan anak sholeh. Untuk memiliki anak yang sholeh, pasangan suami istri wajib berusaha menjadi sholeh terlebih dahulu. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa segala perilaku ibu dan bapak akan dicontoh putra-putrinya. Untuk itu, semua ibu bapak harus menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Setiap pasangan suami istri yang merindukan anak sholeh wajib memperbanyak amal mulia, makan dan minum hanya yang halal saja, menjaga sholatnya, indah akhlaqnya, lembut hatinya, semangat bekerja, berlaku taqwa dan terus-menerus berdzikir, memperbanyak membaca do’a.

Islam mengajarkan barangsiapa menginginkan lahirnya generasi unggulan ia hendaknya menyiapkan sejak memilih pasangan. Ini artinya dari pasangan suami istri yang sholeh-sholehah akan lahir generasi yang sholeh-sholehah pula. Anak sholeh bukan hasil kerja instan! Jelasnya, anak sholeh tidak bisa dilahirkan kecuali atas izin Allah Ta’ala dengan gigih kita mengusahakan. Anak sholeh tidak dilahirkan tapi diciptakan.

Berbicara tentang anak, Kita sah-sah saja mengharapkan ia kelak menjadi dokter, jenderal, ataupun presiden sekalipun. Tetapi menjadikannya sholeh-sholehah tetap prioritas utama! Mengapa?

Pertama, karena anak sholeh yang mendoakan ibu bapaknya adalah salah satu di antara tiga amal yang pahalanya mengalir tiada habis-habisnya.

Kedua, karena permohonan ampun anak sholeh, dapat mengangkat derajat orang tuanya dapat masuk surga.

Ketiga, karena anak sholeh adalah peredam amarah Allah Ta’ala.

Segala sesuatu tergantung pada pendidikan yang sebenarnya. Ibu dan bapak adalah guru pertama dan utama. Keluarga adalah pusat pendidikan yang sebenarnya. Al-Qur’an adalah materi pendidikan utama yang harus diberikan sebelum lainnya. Jangan menunggu umur enam tahun, jangan menunggu umur empat tahun. Mulailah sedini mungkin. Mulailah segera. Mulailah sejak dalam kandungan. Ingat umur empat tahun sudah sangat terlambat!

Salah satu terobosan dalam melahirkan anak sholeh adalah dengan mengajar bayi kita membaca Al-Qur’an sejak dalam kandungan. Apakah bisa? Insya Allah bisa!

Kita hanya membutuhkan kemauan, ketekunan, dan kesabaran. Sebagai bagian dari rasa syukur, inilah berita gembira untuk Kita.

Anak-anak kami hasil eksperimen program sekolah Al-Qur’an sejak dalam kandungan menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Maryam Arrosikha, empat tahun dapat membaca Al-Qur’an. empat bulan kemudian, dia dapat membaca cerita, buku, dan majalah berhuruf latin, bahkan di TK, ia khatam Al-Qur’an 30 juz. Aisyah Mujahida, adiknya, khatam membaca Al-Qur’an dan lancar membaca tulisan latin ketika di TK. Faqih Abdullah, anak kami yang ketiga sejak berusia 13 bulan, Alhamdulillah menunjukkan kesenangan membaca yang sangat tinggi. Dari pengalaman itu, kami menginginkan agar setiap bayi mendapatkan pelajaran Al-Qur’an sejak dalam kandungan. Insya Allah sangat bermanfaat.

Bagaimana caranya? Inilah pertanyaan yang paling sering disampaikan.

Jawabannya:


Rahasia sukses mengajar Al-Qur’an sejak dalam kandungan adalah:

R – U – M – U – S – A – B – C – D

Apa maksudnya?

R = Rumah. Maksudnya rumah adalah pusat pendidikan sejati.

U = Usaha. Maksudnya ilmu itu dipelajari.

M = Metodis. Maksudnya metodenya cocok dan menyenangkan

U = Upah. Maksudnya setiap prestasi anak hendaknya dihargai (dicium, peluk yang hangat, dan dipuji).

S = Sabar. Maksudnya ibu dan bapak harus betul-betul sabar. Ibu dan Bapak tidak boleh mengatakan jangan nakal sambil berlaku nakal (misalnya mencubit, memukul, menjewer, atau marah-marah).

A = Ajeg. Maksudnya pemberian stimulasi hendaknya diberikan secara ajeg, walaupun sangat sebentar.

B = Bermain. Maksudnya stimulasi diberikan sambil bermain. Dengan demikian, anak senang, orangtuapun senang.

C = Contoh. Maksudnya orang tua hendaknya ,menjadi contoh atau mentor.

D = Do’a. Maksudnya orang tua berdo’a untuk kesusesan anak. Di samping segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan do’a.

Siapapun yang ingin memberikan pendidikan kepada anak-anaknya sejak dini ia tidak boleh melewatkan masa emas belajar anaknya.

- - - Masa emas belajar itu adalah saat bayi di kandungan, dan ketika bayi berusia nol sampai 4 tahun - - -
Singkatnya, pendidikan empat tahun pertama sangat menentukan. Pendidikan anak usia dini (0-6 tahn) lebih penting dibanding pendidikan dua puluh tahun yang diberikan kemudian. Sayang sekali, banyak yang mengabaikan pentingnya pendidikan usia dini.

Sudah saatnya semua ibu bapak memperhatikan nasihat Buckminster Fuller berikut ini.

 - - - “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupus kejeniusan mereka dalam enam bulan pertama.” - - -
Tugas seorang bayi bukanlah sekadar mami tipis (makan, minum, tidur, dan pipis (ngompol). Ajaklah anak Kita bermain. Janganlah biarkan ia kesepian, nganggur, dan bengong. Ajaklah ia belajar membaca sambil mengenal Tuhannya ALLAH TA’ ALA. Ikutilah metode pendidikan turunnya Al-Qur’an wahyu pertama.

Ajarilah anak Kita membaca Al-Qur’an sejak dalam kandungan.


- - - Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa. Aamiin - - -

Wallahu'alam bishawab

(Sumber: Drs. Mustofa AY, dengan penambahan dan sedikit di edit)



Jika Suatu Hari

Jika MENIKAH ibarat membangun sebuah RUMAH, Aku tidak ingin rumah yang MEWAH, Aku ingin rumah yang SEDERHANA, Dibangun dari keCINTAan terhadap Ilahi, Sholat berjamaah bersama setiap kali, Lantunan AYAT SUCI di penghujung MALAM dan SENJA pagi...

Jika MENIKAH ibarat menemukan seorang PANGERAN, Tidak perlu RUPAWAN paras pangeran,Yang membuat jatuh cinta adalah AKHLAQnya...
Tidak perlu JUTAWAN dari segi HARTA,Yang membuat tentram adalah LANTUNAN TILAWAHnya...
Aku inginnya, aku bisa menentukan TUJUAN, bersama SANG PANGERAN. Dengan panduan Al Quran & sunnah Nya...
Jika suatu saat nanti dengan izin illahi rabbi, Semoga bisa membangun rumah dengan keping terkecilnya. Belajar bersepeda, jatuh, dan mencoba lagi, bersama, berdua. Berjalan beriringan dengan pangeran, saling membantu dan mendukung, menuju jannah-Nya...

Aamiin...


Selasa, 23 Juli 2013

Main Tebak-tebakan yuk!

Ayo buruan dicoba !!!

Pertanyaan Pertama  
Ada sebuah pohon kelapa yg sangat tinggi sekali, dan ada 4 binatang yaitu singa, simpanse, jerapah, dan tupai yg lewat pohon itu. mereka memutuskan untuk berlomba menjadi yg tercepat dlm memetik pisang yg ada di pohon itu. Menurut anda binatang mana yg akan menang? jawaban anda akan menggambarkan kepribadian anda. coba jawab dlm 30 detik, apa jawaban anda?

Pertanyaan kedua 
Ada seorang anak kecil yang ingin masuk ke ruang kerja ayahnya, tetapi hanya ayah dan ibunya yang tau password dari pintu otomatis ke ruangan tersebut. Suatu hari ia bersembunyi di balik tirai dan diam-diam memperhatikan ketika ayahnya masuk ke ruang kerja.
Di layar pintu terlihat ‘TWELVE’ dan sang ayah menekan angka ‘6’. Pintu pun terbuka. Tidak lama si ibu datang ke ruang kerja ayah. Di layar pintu terlihat ‘SIX’ dan si ibu memasukkan angka ‘3’. Setelah dirasa aman, si anak kemudian menghampiri layar pintu, yang kemudian bertuliskan ‘EIGHT’, si anak memasukkan angka ‘4’ tapi pintu tidak terbuka karena jawabannya salah. Apakah jawaban yang benar?

Pertanyaan ketiga
Ada 9 anak dalam 1 rumah, si A lagi kepasar, si B lagi nonton, si C lagi masak, si D lagi tidur2an, si E lg mandi, si F lg main catur, si G lagi berkebun, si H lagi dandan, nah si I lg ngapain ?

Pertanyaan ke empat
Jumlah tanah yang digali permeter kubik ada 90 kg, berapakah jumlah tanah pada sebuah lubang dengan panjang 10 meter lebar 12 meter dan dalam 9 meter?

Jawaban (Blok Tulisan Di Bawah) :

1. Tidak ada yang bisa, soalnya mana ada Pohon Kelapa Berbuah Pisang.
2. "TWELVE" 6 HURUF; "SIX" 3 HURUF & "EIGHT" 5 HURUF
3.  Main Catur melawan si F. Soalnya mana ada catur main sendiri.
4. Jumlahnya 0, karena namanya aja lubang jadi gak ada tanahnya.

Minggu, 14 Juli 2013

MAAF NAK, AKU BUKAN IBU YANG SEMPURNA


Teruntuk ananda tercinta,
yang kini masih berada dalam alam pra penciptaan nan indah,

Anakku tercinta, dalam lembaran-lembaran surat ini ibu akan memperkenalkan sedikit tentang siapa diriku, agar kamu bisa mengenal ibu tak sempurna macam apa yang akan menjadi ibumu kelak.

Anakku, jangan pernah berharap akan menemui sesosok figur ibu sempurna pada diriku seperti layaknya ibu-ibu mulia lainnya di muka bumi. Aku tidak seperti mereka. Aku sangat tidak sempurna mempunyai banyak kekurangan.

Anakku, maafkan ibumu ini, aku tidak bisa seperti para ibu lain yang bisa dengan suka rela mengorbankan kesenangannya demi putra-putri tercinta. Ibu belum bisa berlaku demikian, Nak. Aku tetap membutuhkan me time untuk kesenangan dan hobiku sendiri. Menonton Bola, film korea dan telenovela belum bisa kutinggalkan. Karena kupikir dengan begitu diri ini bisa tetap menjadi pribadi yang utuh sehingga dapat menjalankan tugas-tugasku sebagai ibu untukmu.

Mungkin jika para ibu lain mempunyai kesabaran seluas samudra, sehingga bisa dengan mudah memaafkan kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan anak-anaknya. Ibumu tidak seperti itu, Nak. Aku akan memarahimu dengan keras saat kamu berbuat kesalahan, dengan harapan bisa membuatmu jera dan belajar bertanggungjawab terhadap setiap apa yang telah kamu lakukan.

Mungkin jika para ibu lain akan mengarahkan anak-anaknya untuk jadi pegawai/karyawan atau PNS(Pegawai Negeri Sipil). Ibumu tidak seperti itu, Nak. Aku justru akan menanamkan watak enterpreneurship dan kreatifitas pada dirimu. Dengan harapan kelak kamu menjadi manusia yang bisa mencari uang dengan mudah dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Kreatif dan inovatif. Juga jeli menangkap peluang. Ibu sama sekali tidak bangga jika kamu menjadi PNS berkedudukan tinggi. Tapi ibu justru akan bangga sekali jika kamu bisa menjadi seseorang yang ahli dalam bidangnya. Dengan keahlianmu itu kamu dibutuhkan dan bermanfaat bagi banyak orang. Seandainya semua itu benar-benar terjadi alangkah bahagianya hati ini. Diriku ini bisa berkata dengan percaya diri pada Allah SWT, Ya Alloh, hamba telah berhasil mendidik anak hamba. ENGKAU lihatlah dia sekarang, anakku itu sudah bisa menjalankan fitrahnya sebagai manusia : menjadi khalifah wakil ENGKAU di muka bumi dengan menjadi ahli dalam bidangnya dan mempunyai banyak manfaat bagi sesama.

Anakku, ibu sangat ingin kamu kelak menjadi figur pendobrak yang menjadi motor penggerak bagi generasi pada masamu. Pelopor ke arah kemajuan yang lebih baik. Walau mungkin pada awalnya akan mendapat tentangan dari banyak pihak karena dianggap keluar dari pakemyang sudah ada. Tapi itulah resiko seorang revolusioner, Nak. Dianggap aneh pada awalnya. Namun satu hal yang bisa kujanjikan kepadamu, di saat-saat sulit itu aku akan selalu setia berada di sisimu, menjadi pendukung yang paling setia. Bahkan di saat tidak ada satu pun manusia lain yang berada di pihakmu, ibu dan Tuhan akan selalu ada untukmu. Ibu akan berkata dengan bangga pada dunia, Dia adalah anakku! Sosok pribadi yang briliant dan luar biasa! Aku sangat bangga padanya.

Mungkin jika para ibu lain, akan selalu menunjukan setiap hal yang harus dipilih anak-anaknya. Ibumu tidak seperti itu, Nak. Aku akan membebaskanmu menentukan pilihan-pilihanmu sendiri. Dengan harapan, kelak kamu akan mengerti, bahwa hidupmu sepenuhnya ada dalam genggaman tanganmu sendiri, mau jadi apa dan seperti apa hanya tergantung pada dirimu sendiri. Kehidupan sesungguhnya merupakan perjalanan dari pilihan satu ke pilihan selanjutnya. Asal bisa mempertanggungjawabkan pilihan yang sudah diambil, tidak perlu terlalu ambil pusing dengan penilaian orang lain. Orang lain cukup sebagai penilai tapi BUKAN penentu hasil akhir.
Ibu akan mencoba mendidikmu menjadi anak yang berani mempunyai mimpi-mimpi besar, optimis dan positif thingking. Gigih dan bekerja keras meraih mimpi-mimpimu. Namun, tidak memusuhi kata kegagalan. Dalam sebuah proses, kegagalan demi kegagalan merupakan suatu keharusan yang tidak terhindarkan. Jangan pernah membenci kegagalan, Nak. Justru bersahabatlah dengannya. Dari situ kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran berharga. Kegagalan demi kegagalan yang kelak kamu lewati akan menempamu menjadi pribadi tangguh yang tahan banting dan tidak cepat putus asa. Perlahan tapi pasti kamu pun akan menjadi pribadi yang matang secara emosional.

Ada hal sangat mendasar yang harus kamu miliki, Nak. Harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tanpa semua itu kamu akan mengalami banyak kesulitan dalam menjalani hidup. Hal mendasar itu adalah iman dan tauhid. Iman : yakin dengan seyakin-yakinnya pada Allah SWT. Tauhid : keesaan Sang Pencipta. Saat ada iman yang tertanam kuat di hatimu, dunia tidak akan pernah membuatmu takut. Semua rintangan, kesusahan, kesedihan dan penderitaan tidak akan berarti apa-apa. Karena yakin ada kekuasaan Allah SWT di atas segala-galanya. Asalkan sudah berada di jalan yang diridhoiNYA Allah SWT pasti akan memberikan yang terbaik. Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini jika DIA sudah berkehendakKUN FA YAKUN.

Ada satu prinsip penting lagi yang harus kamu punya, Nak. Prinsip keseimbangan! Jika menyangkut mimpi-mimpimu kamu harus melihat ke atas. Lihatlah tokoh-tokoh besar yang sukses dalam bidangnya, sehingga bisa memacu semangat kita dalam berjuang. Namun dalam hal materi hendaknya sering melihat ke bawah, sehingga bisa senantiasa bersyukur akan segala nikmatNYA. Masih banyak saudara-saudara kita yang bahkan untuk makan saja sulit. Dalam sebagian harta kita ada hak orang lain. Jika tidak mau segala nikmat yang sudah kita miliki dicabut olehNYA, hendaklah peduli pada penderitaan orang lain. Mudahkan urusan orang lain, maka DIA akan memudahkan urusan kita. Dan manakala kita memberikan sebagian harta untuk orang lain, jumlahnya bukan berkurang melainkan akan bertambah secara ajaib. Maka dari itu, Nak. Ibu ingin kamu menjadi manusia yang berguna bagi sebanyak-banyaknya sesama. Menjadi jalan kesuksesan orang lain. Perpanjangan tangan Tuhan, memberi makan orang-orang yang lapar dan memberi tempat berteduh kepada siapa saja yang belum memiliki tempat tinggal.

Oya Nak, ada satu titipan dari Nenekmu, satu sikap yang juga Beliau ajarkan padaku. Harus senantiasa bersikap baik dan menghormati orang lain. Jangan pernah membeda-bedakan orang hanya karena latar belakang backgroundnya. Pada dasarnya semua manusia terlahir dengan potensinya masing-masing yang harus kita hormati., begitu kata Nenek. Sebuah prinsip tentang kemuliaan ahlak yang sangat keren bukan, Nak? Ibu harap kamu bisa seperti Nenekmu. Sosok yang sangat menyenangkan bagi orang lain, selalu bersikap sopan santun kepada siapa saja, kehadirannya pun selalu dirindukan.

Buah hatiku tercinta,
aku tak akan meminta banyak,
cukup jadi anak soleh dan solehah,
yang menjadi tiketku ke surga.

Buah hatiku tersayang,
tolong ibumu ini Nak,
buat aku bangga di hadapan Tuhan,
memiliki anak yang bermanfaat bagi banyak orang.

Buah hatiku terkasih,
ibu tak menjanjikan kasih sayang seluas samudra,
ataupun harta berlimpah seluas angkasa,
hanya satu yang bisa kujanjikan,
diri ini akan sekuat tenaga mendidikmu,
agar menjadi manusia yang sukses dunia akhirat,
Aamiin.

Begitulah aku, Nak. Sosok ibu yang tidak sempurna. Mohon terima diri ini apa adanya dengan segala kekurangan dan keterbatasanku. Mohon maaf, jika kelak selama menjadi anakku kamu akan sering merasa kecewa pada diri ini. Ibu hanya manusia biasa. Jangan terlalu berharap banyak dariku. Cukup bagimu ada Allah SWT yang tidak akan pernah mengecewakanmu.

Tolong bantu ibumu ini, Nak. Agar kita bisa bersama-sama saling bergandengan tangan berusaha menjadi hambaNYA yang taat dan berada di jalan yang lurus. Aamiin.

Wassalam,

with love,
ibumu yang tidak sempurna

*Dari berbagai sumber data pelengkap kisah :)